bisnis dan keuangan

Doa Ikhtiar dan takdir

Tuhan menciptakan hukum alam seperti gravitasi, sebab akibat, diciptakan olehNya agar manusia tetap senantiasa berikthiar.

Namun sebelum berikhtiar, sudah seharusnya manusia berdoa sebagai wujud penghambaan atau lemahnya ikhtiar itu atas hasil. Maka dari itu ada konsep: Doa – Fikir – Ikhtiar. Berdoa meminta dibukakan pintu rejeki, dalam wujud apapun. Berfikir sebagai wujud rasa syukur atas kemampuan akal yg Allah berikan.

Berikhtiar sebagai wujud usaha dalam menjemput rejeki dan memantaskan diri menerima rejeki. Dengan berpegang pada Doa, Fikir dan Ikthiar, Maka saat berhasil, kita pun tak akan merasa jumawa bahwa itu adalah hasil dari pemikiran dan ikhtiar kita. Dan saat gagal, kita pun tak akan kecewa, karena hasil yang didapat sudah menjadi ketetapan dari Tuhan, sehingga tetap menjadi bahan renungan untuk mengkoreksi diri. Jadi, apapun yang akan terjadi, yakinlan bahwa ini adalah kebaikan untuk kita.

Energi menjadi bertambah positif, dan itulah ‘bentuk rejeki’ yang lain. Apalagi kalau semua ikhtiar diniatkan untuk ibadah. Tidak akan ada yg sia sia. Jika dalam berbisnis, kita niatkan untuk ibadah, memberi solusi bagi orang lain, bukan sekadar memperoleh keuntungan semata untuk diri kita. Maka ketika dalam perjalanan bisnis kita ternyata merugi, ya hanya rugi uang, dan atas kehendak Tuhanpun setidaknya untung pahala,

karena diniatkan membantu orang lain. Saat untung tipis, disyukuri. Bisa jadi Tuhan sedang menyelamatkan kita dari bencana kesombongan. Saat untung besar, kita tetap sadar bahwa itu adalah titipan Tuhan, dimana kita diberikan kemuliaan untuk menyalurkan ke mereka yang serba kekurangan. Mungkin akan ada yang bertanya lagi,

Kenapa ada yang lebih sukses dan lebih segala-galanya padahal sembahyang nggak pernah, sedekah nggak pernah, kelakuan pun minus, bisnis padahal sering nipu? sebenarnya di tiap agama, saya yakin dibahas jawabannya, baik secara detail ataupun tersirat. Namun untuk penjelasan yang lebih mudah dicerna, di agama Islam sendiri, ada istilah , dan ini menjawab the reason why. by chirstyna lie 2020

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close