Kata-kata mutiara tentang senja

Atmosfer pergantian antara siang serta malam ataupun diketahui dengan sebutan senja, sangat digemari oleh sebagian golongan semacam anak muda. Senja senantiasa jadi waktu sangat ditunggu. Perihal ini disebabkan kala senja datang corak langit nampak jauh lebih indah serta menawan. Bisa jadi sebab perihal tersebut, yang menjadikan senja dikala yang istimewa. Alasannya tidak cuma atmosfer senjanya saja yang diburu oleh para pencintanya, tetapi setelah itu pula diabadikan momennya dengan kamera.

Apalagi kata senja seolah begitu dekat serta terkenal di golongan penulis serta penyair. Walaupun terkadang sesuatu senja nampak begitu indah, sedangkan senja yang lain nampak biasa saja. Tetapi, senja tersebut menginspirasi banyak orang buat menciptakan ide- ide kreatif. Banyak yang menjadikan senja bagaikan momen buat bersajak dengan menguntai perkata indah nan romantis berlatar balik senja.

Dari momen pendek itu dapat terbentuk perkata ataupun kutipan senja, bergantung atmosfer hati. Mulai dari kata senja menimpa kehidupan apalagi pula percintaan.

Nah berikut kami himpun dari bermacam sumber, 45 kata kata bijak tentang senja, penuh arti serta tenangkan hati.

1.” Kehadiran senja yang menenggelamkan matahari mengarahkan pada kita, kalau seluruh suatu tidak terdapat yang abadi.”

2.” Cobalah jadi malam supaya kau ketahui rasanya rindu, serta jadilah senja sesekali supaya kau ketahui maksudnya menanti.”

3.” Bila kalian merindukan seorang, tataplah matahari sore. Kirimkan pesan rindumu untuknya melalui senja”.

4.” Senja bagaikan masa kecil, dia ditatap heran bukan sebab indah saja, tetapi pula sebab tiba sebentar.”

5.” Senja tidak sempat salah. Cuma kenanganlah yang kadangkala buatnya basah. Serta pada senja, kesimpulannya kita mengaku kalah.”

6.” Sebab senja tidak sempat memintamu menunggu.”

7.” Senja mengarahkan pada kita, kalau kehidupan tidak senantiasa berjalan dengan brilian serta bersinar.”

8.” Saya mencintaimu sebanyak hujan. Kau mencintaiku sesingkat senja. Semacam hujan, saya jatuh cinta berulang kali. Semacam senja, kau jatuh cinta setelah itu berangkat.”

9.” Sekali juga cuma sejenak, tetapi senja berangkat meninggalkan rasa hidup ini amat teramat pendek. Titipkanlah asa.”

10.” Senja mengarahkan kita kalau suatu yang nampak indah sebagian besar cuma bertabiat sedangkan.”

11.” Malam membuatku mau menulis rindu, bukan buat kau baca. Sebab rindu yang sebetulnya sudah kau tinggal di tepian senja.”

12.” Matahari yang tenggelam hendak mengarahkan pada kita, supaya dapat menghargai apa yang diberikan matahari buat kita.”

13.” Telah banyak senja yang ku lalui, tetapi belum sempat ku lewatkan senja yang membawamu kembali.”

14.” Senja memanglah begitu indah, tetapi sinar mentari senantiasa tidak tergantikan, walaupun dengan parafin yang bersinar sangat cerah sekali juga.”

15.” Nyatanya ia bukan senja, jingganya tidak hangatkan cedera. Ia cumalah angin yang semata- mata singgah setelah itu berangkat.”

16.” Ingat, setia itu memanglah susah, tetapi simaklah jingga. Senantiasa menggenapkan rupanya, demi senja di tiap harinya.”

17.” Di dalam pelukan si senja, diriku mengharapkan suatu asa, yang bisa membuat semesta yang fana jadi semesta yang penuh corak.”

18.” Kita memanglah ditakdirkan buat jauh raga oleh jarak. Tetapi, kita pula ditakdirkan buat memandang senja yang sama tanpa jarak.”

19.” Mengapa senja terdengar lebih romantis dari fajar? Sebab perpisahan hendak lebih gampang dikenang dari pada pertemuan.”

20.” Senja mengarahkan kalau menanti itu tidak gampang, berjuang juga pula sama susahnya. Terlebih wajib berjuang menunggu seorang dalam ketidakpastian.”

Perkata mutiara tentang senja, romantis serta memegang hati.

21.” Senja itu setia. Ia tidak butuh berjanji buat kembali. Ia cuma perlu waktu buat menepati. Sebab ia ketahui, meninggalkan bukan berarti mengusaikan seluruh harapan. Tetapi meninggalkan cuma buat menguji suatu kesetiaan.”

22.” Bukankah kita cuma sebatas senja serta daratan? Silih memandang tetapi tidak silih terikat, silih memandang tetapi tidak silih menetap.”

23.” Saya mau kalian saja yang menemaniku membuka pagi sampai melepas senja, menenangkan malam serta membagi cerita.”– Boy Candra

24.” Melukiskanmu dikala senja. Memanggil namamu ke ujung dunia. Tiada yang lebih pilu. Tiada yang menjawabku. Tidak hanya hatiku serta ombak berderu.”- Dewi Lestari

25.” Senja sangat buru- buru lalu, sementara itu saya baru hendak memberi warna langit untukmu dengan motif rinduku yang senantiasa biru.”- Firman Nofeki

26.” Mengapa saya suka senja? Sebab negara ini mayoritas pagi, kekurangan senja, mayoritas gairah, kurang perenungan.”–Sujiwo Tedjo

27.” Saya cumalah kunang- kunang serta engkau cumalah senja. Dikala hitam kita berbagi. Dikala hitam kita abadi.”– Moammar Emka

28.” Tiap anak berhak cari serta bisa orang yang silih mencinta. Bukan sebab mereka mengejar usia senja orangtua.”– Adhitya Mulya

29.” Sebagian penyair padat jadwal bersembunyi di balik senja, hujan, gemintang, ufuk, gunung, tepi laut, jingga, lembayung, kopi, renjana, pula bermacam kata romantis yang lain, buat setelah itu kurang ingat pada kenyataan kalau dunia lagi tidak baik- baik saja. Sampai kesimpulannya perkata cumalah hiasan semata.”– Fiersa Besari

30.” Kupetik pipinya yang ranum, kuminum dukanya yang belum: Kekasihku, senja serta sendu sudah diawetkan dalam kristal matamu.–Joko Pinurbo

31.” Semerbak rindu kuasai hawa panas ini. Senja juga turut berdebar menanti beritamu tentang perang serta cinta.”- Jerinx

32.” Jatuh hati pada senja itu sekalian patah hati, sebab dia muncul tetapi telah diatur buat berangkat. Kuharap kalian tidak begitu.”

33.” Di dasar alismu hujan berteduh. Di merah matamu senja berlabuh.”

34.” Meski saya tidaklah senja yang kau tunggu. Tetapi akulah langit yang hendak menemani hari- harimu.”

35.” Meski terkadang ia berangkat buat menghilang, tetapi tidak buat senja. Ia berangkat buat berjanji hendak kembali lagi.”

Perkata mutiara senja tentang kehidupan.

36.” Hingga siluetkan badanmu berlatar senja, sebab tidak mampu kulihat airmatamu, pacar.”– Sujiwo Tedjo

37.” Tuhan, bersama tenggelamnya matahari senja ini, redakanlah kekecewaan serta kemarahan di hati ini. Sabarkanlah saya. Aamiin.”– Mario Teguh

38.” Kita cumalah setitik senja yang kadangkala indah kemudian surut dengan bermuram durja, dunia untuk masa kecil kita cumalah mainan fana yang terus membumbung, mengitari angkasa serta membuat kita terlena hendak keindahannya.”– Chara Perdana

39.” Tiap hari terdapat senja, tetapi tidak tiap senja merupakan senja keemasan, serta tiap senja keemasan itu bukanlah senantiasa sama.”–Seno Gumira Ajidarma

40.” Di tengah angin senja yang menekan, saya merasakan kekuasaan waktu, yang tanpa pandang bulu mengganti segala- galanya.”– Seno Gumira Ajidarma

41.” Saya melintasi kehidupan serta kala. Saya berlayar menembus senja. Kuberanikan diri menulis buat mengabadikan momen hidup dalam lembaran kertas.”– Iwan Setyawan

42.” Duit, berilah saya rumah yang murah saja, yang lumayan aman buat berteduh senja- senjaku, yang jendelanya hijau menganga semacam jendela mataku.”– Joko Pinurbo

43.” Risau, menampar tidak basah pada senja yang bergeremis. Begitu keringkah ladang pertautan kita sampai tunas harapan enggan berkembang lagi.”– Moammar Emka

44.” Persahabatan itu seumpama laut serta pasir, tetap bersama- sama mengalami pecahan ombak, bersama- sama merasakan lelehan senja, serta silih memenuhi dari masa ke masa.–Aiman Bagea

45.” Terkadang senja menegaskan pada rumah, pada orang- orang yang membuat hati kita rindu buat kembali.”– Iwok Abqary

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *